Tangan Bocah 10 Tahun Dibakar di Atas Kompor Menyala, Kepala Dipukuli dan Diseret Ibunya ke Dapur

Seorang bocah berusia 10 tahun mendapat kekerasan dari ibu tirinya.

Kedua tangan bocah itu Dibakar di atas kompor menyala.

Aksi sadis tersebut terjadi di Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung.

Pelaku bernama Putri Indah Lestari (24).

Ia tega memanggang tangan anak tirinya di atas kompor yang menyala.

Cerita ibu tiri sadis tersebut diungkap Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro dalam konferensi pers, Selasa (10/12/2019).

Popon menjelaskan, sebelum tangan bocah laki–laki itu Dibakar, ia terlebih dahulu dianiaya.

“Peristiwa itu terjadi Jumat, 20 November 2019 sekira pukul 20.00 WIB,” ungkap Popon Ardianto Sunggoro.

Dia menceritakan, awalnya tersangka memukul kepala korban sebanyak dua kali.

Tersangka memukul menggunakan gagang sapu yang terbuat dari kayu.

Pelaku lalu seret korban ke dapur dengan kedua tangannya.

“Tangan kanan korban lalu dipanggang di atas kompor yang menyala.”

“Setelah itu, bergantian kedua tangan pelaku memegang tangan kiri korban, lalu dipanggangnya juga di atas kompor yang menyala,” beber Popon Ardianto Sunggoro.

Setelah itu, pelaku meninggalkan korban dalam kondisi menangis karena kesakitan.

Kedua tangan bocah itu melepuh akibat mengalami luka bakar serius.

Namun, pelaku menyuruh korban merendam kedua tangannya ke dalam air laut.

Peristiwa itu dilaporkan ke Mapolres Pesawaran dengan Nomor Laporan LP/B–921/XI/2019/Polda Lampung/Res Pesawaran tanggal 20 November 2019.

Kini, Putri harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Tersangka mendekam di sel tahanan Mapolres Pesawaran.

Putri dijerat dengan pasal 44 ayat 2 Undang–undang RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang KDRT jo pasal 80 ayat 2 Undang–undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Kedua atas Undang–undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang–undang.

“Ancaman hukuman 10 tahun penjara,” ungkap Popon.

Dalam perkara tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa satu buah kompor gas berwarna hitam, serta sebuah sapu warna pink.

Bocah 4 tahun dianiaya

Sebelumnya di Surabaya, tubuh seorang bocah berusia 4 tahun dipenuhi luka lebam.

Bocah malang berinisial JA itu diduga telah mengalami penganiayaan hingga harus dirawat intensif di rumah sakit.

Hal itu terungkap saat orangtua JA membawanya ke IRS RSUD dr. Soetomo Surabaya, Jumat (29/11/2019) malam.

Kondisi bocah itu terlihat kurus dan lemah.

Awalnya JA dibawa ke rumah sakit sebab orangtuanya menduga anaknya mengalami keracunan obat.

Namun saat diperiksa, JA tidak mengalami keracunan obat.

Saat pemeriksaan, dokter yang memeriksanya justru menemukan tubuh JA dipenuhi luka lebam.

Tak hanya itu, dokter juga mengatakan jika JA mengalami demam tinggi.

Mendapati hal itu, orangtua JA sempat ingin membawa anknya kembali pulang dan tak melanjutkan perawatannya.

Temuan luka lebam di sekujur tubuh bocah 4 tahun itu juga dibenarkan oleh Kanit Reskrim Polsek Gubeng Surabaya, AKP Oloan Manulang.

“Faktanya, kata dokter tidak ada keracunan obat. Yang ada malah justru luka lebam di beberapa bagian tubuh, seperti mata, kemaluan, punggung, tangannya,” terang AKP Oloan Manulang Sabutu, (30/11/2019)

Bocah 4 tahun itu kini tengah menjalani perawatan di IRS RSUD dr Soetomo, Surabaya.

Selama dirawat intensif di rumah sakit, JA didapati terus mengigau.

JA beberapa kali mengigau meminta ampun kepada seseorang yang ia panggil bude.

“Korban ini sempat mengigau ‘Ampun Budhe’ beberapa kali. Menurut dokter demamnya juga tinggi,” kata AKP Oloan.

Igauan JA seakan menjadi petunjuk bagi pihak kepolisian.

Polisi langsung bergerak untuk menyelidiki kejanggalan yang dialami bocah 4 tahun tersebut.

“Sudah kami terbitkan laporan polisi model A,” kata Oloan.

Polsek Gubeng Surabaya memastikan akan melakukan penyelidikan terkait laporan dokter sesuai dengan hasil pemeriksaan medis yang dilakukan terhadap JA.

Mendengar korban sempat mengigau meminta ampun kepada seseorang yang ia panggil bude, polisi pun langsung bergerak cepat.

Saat ini, unit Reskrim Polsek Gubeng Surabaya berkoordinasi dengan unit Pelayanan Perempuan dan Anak Satreskrim Polrestabes Surabaya untuk menangani kasus ini.

“Kami koordinasi dengan PPA polrestabes. Masih kami dalami,” tandasnya.

Sementara, kasus tangan bocah berusia 10 tahun Dibakar di atas kompor menyala oleh ibu tirinya di Pesawaran, Lampung, masih dalam penyelidikan polisi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here