Pelaku Pembunuhan Sadis 2 Agen Sapi di Lampung Tengah Didor

0
112

Pelaku diamankan tim gabungan dari Satreskrimum Polres Lampung Tengah dan Satreskrim Polres Bangka saat bersembunyi di pondok kebun warga di lingkungan Bedeng Akeh, Kelurahan Sinar Jaya Jelutung, Kecamatan Sungai Liat, Bangka.

Penangkapan Mulyadi alias M (33) pelaku pembunuhan dua agen sapi di Lampung Tengah membuat Satreskrimum Polres Lampung Tengah melepaskan tembakan karena berusaha kabur saat hendak ditangkap.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad membenarkan serangkaian kegiatan pihak kepolisian yang berhasil mengamankan pelaku pembunuhan tersebut

Zahwani Pandra Arsyad menyebut, pihak kepolisian sudah menangkap pelaku pembunuhan Nursodik (35) dan Sukirno (38), dua agen sapi warga Lampung Timur.

“Iya benar sudah tertangkap oleh Tim Khusus Antibandit (Tekab) 308 Polres Lampung Tengah dan Tim Resmob Polres Bangka Belitung,” kata Zahwani Pandra Arsyad, Sabtu (16/11/2019).

Zahwani Pandra Arsyad mengungkapkan, dalam aksi penangkapan itu pihak kepolisian terpaksa menembak kaki pelaku.

Sebab, menurut Zahwani Pandra Arsyad, pelaku berusaha untuk melarikan diri saat hendak diamankan.

“Pelaku terpaksa ditindak tegas karena berusaha kabur saat hendak ditangkap,” ungkap Zahwani Pandra Arsyad.

Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, kronologis penangkapan pelaku pembunuhan ini akan lebih jelas disampaikan langsung oleh Kapolres Lampung Tengah AKBP I Made Rasma.

“Untuk jelasnya, nanti akan ada konferensi pers oleh Kapolres Lampung Tengah,” kata Zahwani Pandra Arsyad.

Sebagaimana dikutip dari Kompas.com Sabtu (16/11/2019), penangkapan Mulyadi oleh Tim Khusus Antibandit (Tekab) 308 Polres Lampung Tengah dan Tim Resmob Polres Bangka Belitung itu dilakukan setelah kepolisian melacak keberadaan pelaku yang telah buron selama 10 hari.

Pengakuan istri pelaku

Dari keterangan sejumlah saksi, diketahui Nursodik dan Sukirno menghilang setelah mengantarkan tiga ekor sapi ke rumah pelaku M pada Kamis (31/10/2019) lalu.

Pembunuhan ini pun mulai menemui titik terang saat istri pelaku Mulyadi menceritakan suaminya meracuni kedua korban menggunakan kopi yang dicampur racun hama dan memukulnya menggunakan sebilah besi.

“Kedua korban lalu disuguhi kopi, tetapi ternyata sudah dicampur racun hama tikus. Setelah kopi diminum, kedua korban tidak sadarkan diri. Oleh pelaku, kedua korban dipukul menggunakan besi. Lalu jasadnya dibuang ke sungai,” kata Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah, AKP Yuda Wiranegara.

Ditemukan Tewas

Dua warga Lampung Timur yang berprofesi sebagai makelar sapi ditemukan tewas.

Diduga, kedua pria bernama Nursodik dan Sukirno itu tewas setelah meminum kopi yang mengandung racun.

Nursodik dan Sukirno dikabarkan menghilang sejak Kamis (30/10/2019) lalu.

Jenazah Nursodik ditemukan mengambang di sungai Desa Rahayu, Kecamatan Bumiratu Nuban, Lampung Tengah, Sabtu (2/11/2019).

Sehari kemudian, Minggu (3/11/2019), jasad Sukirno ditemukan sekitar 100 meter dari lokasi penemuan tubuh Nursodik.

Diduga, keduanya tewas diracun oleh M, calon pembelinya.

Hal itu berdasarkan keterangan istri M kepada polisi.

Dia mengatakan, Nursodik dan Sukirno muntah–muntah dan berteriak sakit kepala setelah meminum kopi yang disuguhkan oleh suaminya.

Dari hasil pemeriksaan jenazah korban, Sukirno ternyata juga mengalami luka tusuk.

Berikut fakta selengkapnya:

1. Tewas Mengambang di Sungai

Kasat Reskrim Lampung Tengah AKP Yuda Wiranegara mengatakan, Sukirno awalnya dilaporkan keluarganya tidak kembali ke rumah sejak Kamis.

Kasus pembunuhan ini terungkap saat warga setempat menemukan jenazah Nursodik mengambang di sungai.

Dugaan pembunuhan terungkap saat Sukirno ditemukan tewas juga sehari kemudian.

Saat itu, Sukirno mengaku hendak bertemu calon pembeli yang mau membeli tiga ekor sapi.

“Pencarian pertama satu jenazah atas nama Nursodik ditemukan kemarin dan hari ini kembali ditemukan lagi satu mayat bernama Sukirno di tempat yang sama. Keduanya ditemukan berjarak 100 meter. Kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk diautopsi,” kata Yuda saat ditemui di RS Bhayangkara Polda Lampung, Minggu (3/11/2019).

2. Diduga Diracun

Yuda mengatakan, kedua korban Nursodik dan Sukirno diduga diracuni calon pembelinya berinisial M dengan menggunakan kopi yang sudah dicampur racun hama.

Dari rumah pelaku M, polisi menemukan barang bukti berupa racun hama dan dua gelas kopi.

“Diduga pelaku mencampurkan racun hama ke dalam kopi kedua korban,” katanya saat ditemui di ruang Instalasi Forensik dan Kamar Jenazah RS Bhayangkara Polda Lampung, Minggu (3/11/2019).

Dugaan kedua korban diracuni diperkuat istri dari pelaku M yang mengatakan Nursodik dan Sukirno muntah–muntah dan berteriak sakit kepala usai meminum kopi yang disuguhkan pelaku.

“Dari hasil keterangan istri pelaku, pada saat kejadian ditemukan dua gelas kopi yang sudah diminum kedua korban,” katanya.

Namun, istri pelaku M tidak bisa menolong karena pelaku memintanya masuk ke kamar.

3. Alami Luka Tusuk

Untuk mengungkap kasus tersebut, sambung Yuda, pihaknya melakukan rekonstruksi di rumah pelaku.

Hasilnya, polisi menemukan pipa besi.

“Kami juga menemukan pipa besi tajam dan sepeda motor yang ada bercak darahnya. Diduga besi ini yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban,” katanya.

Lanjut Yuda, dari keterangan istri dan anak pelaku juga diketahui jika pelaku M menusuk salah satu korban dengan menggunakan besi tajam.

“Hasil pemeriksaan jenazah juga korban Nursodik tidak ada luka tusuk dan Sukirno yang alami luka tusuk,” katanya.

4. Polisi Periksa 7 Saksi

Polisi telah memeriksa tujuh saksi.

Dua di antaranya adalah istri dan anak pelaku yang waktu kejadian berada di lokasi.

Yuda mengatakan, pihaknya juga masih menunggu hasil uji lab dari rumah sakit untuk mengetahui apakah kedua korban dibunuh dengan cara diracun setelah minum kopi yang disediakan pelaku saat berkunjung di kediamannya.

“Dari hasil dokter sementara ini uji labnya belum keluar. Karena untuk menentukan kopi ada racun harus diuji lab terlebih dahulu. Jadi kami juga masih menunggu,” katanya.

5. Motif Belum Diketahui

Yuda mengungkapkan, pihaknya masih mengembangkan kasus pembunuhan dua orang makelar sapi itu.

Diduga, keduanya dibunuh dengan cara diracun lalu dianiaya hingga tewas.

“Motif pembunuhan sampai saat ini belum diketahui karena pelaku belum ketangkap. Tapi dugaan sementara karena sapi atau masalah utang–piutang antara korban dan pelaku,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here